Dulu Dianggap Gulma, Kini Ciplukan Naik Kelas Menjadi Superfood

ciplukan

Bagi generasi yang tumbuh di pedesaan pada era 90-an, ciplukan bukanlah hal yang asing. Tanaman ini biasanya tumbuh liar di antara semak belukar, pematang sawah, atau pekarangan rumah yang terlantar.

Baca Juga :

Dulu, buah kecil yang terbungkus kelopak tipis seperti lampion ini sering dianggap sebagai gulma pengganggu yang dicabut begitu saja. Namun, zaman telah berubah. Si buah "ndeso" ini kini telah naik kelas.

Jika dulu bisa didapatkan gratis di pinggir jalan, sekarang Anda harus merogoh kocek cukup dalam untuk menemukannya di rak buah premium supermarket besar atau menu kafe kesehatan kelas atas.

Dari Tepi Sawah ke Rak Supermarket

Ciplukan kini dikenal di kancah internasional dengan nama-nama keren seperti Golden Berry, Morel Berry, atau Inca Berry. Transformasi ini bermula ketika para ahli nutrisi mulai meneliti kandungan di dalam buah kecil berwarna oranye ini.

Kenaikan harga ciplukan yang bisa mencapai ratusan ribu rupiah per kilogram bukan tanpa alasan. Permintaan pasar global terhadap makanan sehat dan alami (whole food) membuat ciplukan menjadi primadona baru karena statusnya sebagai superfood.

Mengapa Disebut Superfood?

Ciplukan bukan sekadar buah manis-asam yang menyegarkan. Di balik ukurannya yang kecil, ia menyimpan padatan nutrisi yang luar biasa, antara lain :

  • Vitamin C dan A yang Tinggi: Sangat efektif untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan mata.
  • Antioksidan Melimpah: Mengandung senyawa fenolik dan withanolides yang membantu menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel.
  • Kaya Serat: Baik untuk kesehatan pencernaan dan membantu manajemen berat badan.
  • Sifat Anti-inflamasi: Membantu meredakan peradangan di dalam tubuh.

Anda tertarik menanam ciplukan, tapi tidak punya lahan yang cukup? Pakai saja polybag! Klik disini untuk info harga terbaru polybag.

Manfaat Ciplukan untuk Kesehatan

Kini, banyak orang mengonsumsi ciplukan bukan lagi sekadar untuk camilan, melainkan sebagai bagian dari terapi kesehatan alami. Beberapa manfaat yang paling menonjol antara lain :

  • Membantu Mengontrol Gula Darah: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam ciplukan dapat membantu memperlambat pemecahan dan penyerapan gula dari karbohidrat.
  • Mendukung Sistem Imun: Kandungan polifenol di dalamnya berperan penting dalam mengatur sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi.
  • Kesehatan Tulang: Adanya kandungan Vitamin K berperan penting dalam metabolisme tulang dan menjaga kepadatan tulang.
  • Menjaga Kesehatan Jantung: Kandungan asam lemak esensial dan fitosterolnya membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Cara Menikmati Ciplukan

Jika dulu kita memakannya langsung setelah dipetik di sawah, kini ciplukan telah menjadi bahan yang sangat fleksibel di dunia kuliner. Para pecinta pola makan sehat sering menjadikannya sebagai :

  • Campuran Smoothie Bowl yang estetik.
  • Taburan di atas salad buah atau sayur.
  • Buah kering (dried berries) untuk campuran granola.
  • Hiasan (garnish) pada hidangan penutup mewah di restoran.

Fenomena naiknya kelas ciplukan mengajarkan kita bahwa kekayaan alam Indonesia seringkali menyimpan harta karun yang tak terduga. Apa yang dulu dianggap tidak berharga, kini menjadi salah satu buah paling dicari.

Bagi Anda yang memiliki lahan kosong, membudidayakan ciplukan mungkin bisa menjadi ide bisnis yang menjanjikan, mengingat harganya yang stabil dan permintaannya yang terus meningkat di pasar modern.

Dulu Dianggap Gulma, Kini Ciplukan Naik Kelas Menjadi Superfood Dulu Dianggap Gulma, Kini Ciplukan Naik Kelas Menjadi Superfood Reviewed by Pak Tani on Januari 10, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.