Mengapa Tempe Kini Makin Digemari Masyarakat Luar Negeri?

tempe

Tempe adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia. Dahulu, tempe sering kali dianggap sebagai "makanan rakyat" yang sederhana dan murah. Namun, peta kuliner dunia kini telah berubah.

Jika Anda berkunjung ke supermarket organik di London, kafe vegan di Berlin, atau restoran sehat di Tokyo, Anda akan dengan mudah menemukan tempe bersanding dengan produk-produk premium lainnya.

Baca Juga :

Lantas, apa yang membuat makanan asli warisan budaya Indonesia ini begitu naik daun di mata masyarakat internasional? Berikut adalah beberapa alasan utama di balik popularitas tempe yang mendunia.

Kandungan Nutrisi yang Luar Biasa

Masyarakat luar negeri, terutama di negara maju, kini sangat peduli dengan label "superfood". Tempe memenuhi kriteria tersebut. Sebagai produk fermentasi kedelai, tempe mengandung protein nabati yang sangat tinggi, bahkan sering dianggap setara dengan protein hewani dalam hal kualitas.

Selain itu, proses fermentasi oleh jamur Rhizopus oligosporus membuat nutrisi dalam tempe lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan kacang kedelai biasa. Tempe juga merupakan salah satu sedikit sumber nabati yang mengandung Vitamin B12, yang sangat krusial bagi mereka yang menjalankan pola makan tanpa daging.

Tekstur yang Unik dan Meaty

Berbeda dengan tahu yang memiliki tekstur lembut dan berair, tempe memiliki kepadatan yang unik dan rasa kacang (nutty) yang gurih.

Bagi masyarakat Barat yang sedang bertransisi mengurangi konsumsi daging, tekstur tempe yang padat memberikan sensasi "gigitan" yang memuaskan seperti daging. Hal inilah yang membuat tempe sangat populer sebagai pengganti patty burger, bacon nabati, hingga isi taco.

Tren Gaya Hidup Vegan dan Vegetarian

Meningkatnya kesadaran akan hak asasi hewan dan kesehatan pribadi mendorong jutaan orang di seluruh dunia beralih ke pola makan berbasis tanaman (plant-based diet).

Dalam komunitas ini, tempe dipandang sebagai bahan makanan yang lebih "murni" dibandingkan produk daging sintetis yang diproses di pabrik dengan banyak bahan tambahan kimia. Tempe adalah bahan alami, utuh (whole food), dan bebas kolesterol.

Tahukah Anda? Selain digunakan sebagai sak panen beras, karung plastik juga dapat digunakan sebagai sak panen biji-bijian, seperti kedelai dan kacang hijau. Anda butuh karung plastik? Klik disini sekarang!

Isu Keberlanjutan Lingkungan

Isu perubahan iklim membuat banyak orang mulai memikirkan jejak karbon dari makanan mereka. Produksi tempe jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan industri peternakan sapi.

Memproduksi satu kilogram protein dari tempe membutuhkan lahan dan air yang jauh lebih sedikit, serta menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah daripada memproduksi protein dari daging sapi. Ini menjadikannya pilihan utama bagi konsumen yang peduli terhadap kelestarian bumi.

Fleksibilitas Kuliner

Di tangan koki internasional, tempe tidak lagi hanya digoreng dengan bumbu kuning. Tempe kini diolah menjadi berbagai menu kreatif seperti tempeh bolognese, sate tempe dengan saus chimichurri, hingga diiris tipis menjadi keripik gourmet.

Kemampuannya menyerap bumbu dengan baik menjadikan tempe kanvas yang sempurna bagi berbagai jenis masakan lintas budaya. Tempe telah bertransformasi dari identitas kuliner lokal menjadi simbol gaya hidup sehat global.

Mengapa Tempe Kini Makin Digemari Masyarakat Luar Negeri? Mengapa Tempe Kini Makin Digemari Masyarakat Luar Negeri? Reviewed by Pak Tani on Januari 05, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.