Bagi masyarakat Indonesia, es cincau adalah primadona saat cuaca terik. Rasanya yang menyegarkan dan teksturnya yang lembut selalu sukses memanjakan tenggorokan.
Baca Juga :
- 7 Sayuran yang Baik dan Cocok Dikonsumsi Selama Bulan Puasa
- Kenapa Imlek Identik dengan Buah Jeruk? Ternyata Ini Maknanya!
- Dulu Jarang Dilirik, Kini Buah Sukun Digadang Jadi Superfood
Namun, tahukah Anda bahwa ada perbedaan mendasar antara cincau hijau dan cincau hitam, mulai dari asal tanaman hingga karakteristiknya? Mari kita kupas tuntas di sini.
Asal-Usul Nama
Cincau adalah warisan kuliner menyehatkan yang harus kita lestarikan. Kata "cincau" sendiri berasal dari bahasa Hokkien, yaitu sian-cao. Jika diterjemahkan secara harfiah, sian-cao berarti "rumput peri".
Nama ini diberikan karena masyarakat zaman dahulu percaya bahwa tanaman ini memiliki khasiat "ajaib" untuk mendinginkan tubuh dan mengatasi berbagai keluhan kesehatan seperti panas dalam.
Tanaman Sumber dan Asal Daerah
Meskipun sama-sama disebut cincau, keduanya berasal dari tanaman yang berbeda.
- Cincau Hijau: Berasal dari tanaman merambat bernama ilmiah Cyclea barbata. Tanaman ini banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, di daerah dataran tinggi atau area yang lembap. Daunnya yang berbulu halus itulah yang diolah secara manual dengan cara diremas bersama air hingga menghasilkan gel.
- Cincau Hitam: Berasal dari tanaman Mesona palustris (Janggelan). Tanaman ini termasuk dalam keluarga Lamiaceae (keluarga mint) yang banyak tumbuh di Asia Timur, seperti Cina dan Taiwan, namun kini sudah luas dibudidayakan di Indonesia. Berbeda dengan hijau, cincau hitam diolah melalui proses perebusan daun dan batang kering yang kemudian dicampur dengan sedikit pati agar mengental.
Ingin budidaya tanaman penghasil cincau dalam jumlah besar, tapi bingung cari wadah tanam yang pas? Pilih saja Polybag! Klik disini untuk cek harganya.
Tekstur dan Rasa
Perbedaan paling nyata saat kita mencicipinya adalah pada aspek tekstur.
- Cincau Hijau: Memiliki tekstur yang sangat halus, kenyal seperti agar-agar namun cenderung lebih lunak dan mudah hancur jika terlalu lama diaduk. Rasanya tawar dengan sedikit aroma khas dedaunan yang segar dan menyejukkan. Inilah mengapa cincau hijau sering disajikan hanya dengan santan dan gula jawa cair.
- Cincau Hitam: Memiliki tekstur yang lebih padat, kokoh, dan sedikit kenyal (mirip jeli/puding). Rasanya cenderung netral, namun memiliki aroma earthy atau aroma tanah yang tipis. Karena sifatnya yang lebih kuat, cincau hitam sering menjadi pilihan utama untuk isian minuman seperti es campur, es kopi, atau bahkan olahan minuman kekinian.
Manfaat Kesehatan
Keduanya sama-sama dikenal sebagai makanan yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. Karena kaya akan serat larut, sehingga sangat efektif membantu melancarkan buang air besar.
Selain itu, keduanya mengandung antioksidan yang berfungsi menangkal radikal bebas dan dikenal luas sebagai obat alami untuk menurunkan suhu tubuh saat seseorang terkena panas dalam.
Cincau hijau menawarkan sensasi kesegaran alami yang lembut, sementara cincau hitam memberikan kepuasan tekstur yang lebih padat dan serbaguna untuk berbagai menu.
Reviewed by Pak Tani
on
Februari 28, 2026
Rating:





Tidak ada komentar: