Di tengah isu krisis pangan global dan perubahan iklim yang kian nyata, para ahli botani dan nutrisi kini mulai melirik kekayaan alam tropis Indonesia, yakni Buah Sukun.
Baca Juga :
- Durian Merah Banyuwangi Resmi Jadi Produk Indikasi Geografis
- Mengenal Keistimewaan Ikan Toman yang Banyak Diburu Orang
- Cara Budidaya Tanaman Okra, Sayuran Sehat yang Sedang Populer
Jika dulu sukun hanya dianggap sebagai camilan tradisional yang murah, kini tanaman ini menyandang gelar sebagai superfood atau pangan fungsional yang sangat menjanjikan.
Mengapa buah yang sekilas mirip nangka ini begitu istimewa? Berikut beberapa alasan kuat mengapa sukun diprediksi akan menjadi penopang ketahanan pangan dunia.
Inovasi Pengolahan Sukun
Untuk menjadi superfood yang diterima secara global, inovasi pengolahan terus berkembang. Kini sukun tidak hanya digoreng atau direbus. Industri pangan mulai mengolahnya menjadi :
- Sukun Flour: Bahan baku serbaguna pengganti gandum.
- Kripik Sukun Premium: Camilan sehat dengan bumbu alami.
- Bubur Bayi: Sebagai alternatif makanan pendamping ASI (MPASI) yang kaya nutrisi.
Nutrisi yang Luar Biasa Lengkap
Sukun bukan sekadar sumber karbohidrat. Dibandingkan dengan nasi atau gandum, sukun memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, menjadikannya pilihan yang lebih aman bagi penderita diabetes.
Sukun kaya akan serat, vitamin C, kalium, zat besi, dan kalsium. Menariknya, sukun mengandung asam amino esensial yang jarang ditemukan dalam sumber karbohidrat lain. Ini menjadikannya sumber energi sekaligus pembangun sel tubuh yang efektif.
Tanaman yang Tangguh dan Adaptif
Salah satu alasan sukun disebut sebagai penyelamat masa depan adalah ketahanan pohonnya. Pohon sukun mampu tumbuh subur di wilayah tropis dengan perawatan minimal. Pohon sukun relatif tahan terhadap kekeringan dan kondisi tanah yang kurang subur.
Satu pohon sukun yang sudah dewasa dapat menghasilkan hingga 200-400 buah per tahun. Bayangkan berapa banyak mulut yang bisa diberi makan hanya dari satu batang pohon di pekarangan rumah.
Tahukah Anda? Bibit sukun bisa Anda tanam dalam polybag agar perawatan lebih mudah dan hemat biaya. Butuh polybag? Klik disini sekarang!
Bebas Gluten (Gluten-Free)
Seiring meningkatnya kesadaran akan pola makan sehat, permintaan pangan bebas gluten melonjak tajam. Sukun secara alami tidak mengandung gluten. Kini, sukun banyak diolah menjadi tepung yang kualitasnya hampir menyamai tepung terigu.
Tepung sukun ini bisa digunakan untuk membuat roti, kue, hingga pasta, memberikan solusi bagi mereka yang memiliki intoleransi gluten atau penyakit celiac.
Menjaga Kesehatan Jantung dan Pencernaan
Kandungan kalium yang tinggi dalam buah sukun membantu mengatur tekanan darah dan mendukung fungsi jantung yang optimal.
Selain itu, seratnya yang melimpah berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga sangat baik untuk membantu program penurunan berat badan.
Keberlanjutan Lingkungan
Menanam pohon sukun berarti ikut berkontribusi terhadap penghijauan bumi. Pohon sukun memiliki tajuk yang lebar yang efektif menyerap karbon dioksida.
Selain itu, sistem perakarannya yang kuat membantu menjaga stabilitas tanah dan menyimpan cadangan air tanah, mencegah terjadinya erosi dan banjir.
Reviewed by Pak Tani
on
Februari 07, 2026
Rating:






Tidak ada komentar: