Informasi : Selasa 17 Februari Kantor LIBUR, Buka Kembali Rabu 18 Februari. Memperingati Tahun Baru Imlek 2026.

Kenapa Imlek Identik dengan Buah Jeruk? Ternyata Ini Maknanya!

jeruk

Setiap kali perayaan Tahun Baru Imlek tiba, pemandangan pohon jeruk dalam pot kecil atau tumpukan buah jeruk mandarin yang rapi selalu menghiasi rumah-rumah warga Tionghoa dan pusat perbelanjaan.

Baca Juga :

Warna oranyenya yang kontras seolah menjadi dekorasi wajib berdampingan dengan lampion merah. Namun, kehadiran jeruk dalam tradisi Imlek bukan sekadar pemanis ruangan atau hidangan pencuci mulut biasa.

Tentu, ada filosofi mendalam yang telah diwariskan turun-temurun. Mengapa jeruk begitu istimewa saat Imlek? Berikut ulasan lengkapnya.

Keberuntungan dalam Pelafalan Nama

Alasan utama mengapa jeruk identik dengan Imlek terletak pada linguistik atau permainan kata dalam bahasa Mandarin. Dalam bahasa Mandarin, jeruk disebut "ju".

Bunyi kata ini sangat mirip dengan kata "ji", yang berarti "keberuntungan" atau "nasib baik". Jenis jeruk kecil (Mandarin) sering disebut "kam" dalam bahasa Kanton, yang bunyinya menyerupai kata "emas".

Karena kemiripan bunyi inilah, menyajikan atau memberikan jeruk saat Imlek secara simbolis dianggap sebagai doa untuk mendatangkan keberuntungan dan kekayaan yang melimpah sepanjang tahun.

Simbol Emas dan Kemakmuran

Warna oranye cerah pada kulit jeruk dipandang sangat mirip dengan warna emas. Dalam budaya Tionghoa, emas adalah simbol kemakmuran dan status sosial yang tinggi.

Dengan memajang pohon jeruk (biasanya jenis Kim Kit) yang berbuah lebat di depan pintu rumah, pemilik rumah berharap "pohon uang" mereka akan terus berbuah dan mendatangkan rezeki yang tidak putus-putus.

Inilah alasan mengapa jeruk sering diberikan sebagai hadiah (hantaran) kepada kerabat dan kolega.

Tahukah Anda? Saat ini banyak petani jeruk di dunia yang membudidayakan jeruk dalam greenhouse. Anda tertarik membangun greenhouse dan butuh plastik UV? Klik disini sekarang!

Filosofi Keseimbangan Hidup

Jika Anda perhatikan, rasa jeruk Mandarin memiliki perpaduan antara manis dan sedikit asam. Bagi masyarakat Tionghoa, rasa ini melambangkan perjalanan hidup manusia.

Dunia tidak selalu manis, dan tidak selalu pahit. Kehadiran rasa asam yang segar di tengah rasa manis jeruk mengajarkan kita untuk menerima segala dinamika kehidupan dengan rasa syukur.

Menikmati jeruk saat Imlek adalah simbol harapan agar tantangan di masa depan dapat dilewati dengan hasil yang manis.

Tradisi Luo Yang (Membagi Keberuntungan)

Ada tradisi unik di mana tamu yang berkunjung akan membawa sepasang jeruk untuk diberikan kepada tuan rumah, dan sebelum pulang, tuan rumah akan membalasnya dengan sepasang jeruk yang lain.

Mengapa harus sepasang? Dalam filosofi Tiongkok, angka genap (kecuali angka 4) dianggap membawa kebahagiaan. Memberikan jeruk dalam jumlah genap bermakna membagikan kebahagiaan dan memastikan keberuntungan tersebut berlipat ganda bagi pemberi maupun penerima.

Jeruk dalam perayaan Imlek adalah perpaduan antara estetika, doa, dan harapan. Melalui warna dan pelafalan namanya yang membawa keberuntungan, buah ini menjadi pengingat bahwa tahun yang baru harus disambut dengan optimisme dan semangat.

Kenapa Imlek Identik dengan Buah Jeruk? Ternyata Ini Maknanya! Kenapa Imlek Identik dengan Buah Jeruk? Ternyata Ini Maknanya! Reviewed by Pak Tani on Februari 16, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.