sobat!

Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula, Mau Coba?


Sekarang ini jamur menjadi bahan makanan yang banyak dicari. Pembudidayaan jamur juga dikembangkan oleh sebagian besar masyarakat untuk memenuhi permintaan pasar, apalagi jamur memang tergolong makanan yang menyehatkan. Bila dilihat dari manfaatnya, jamur dibagi menjadi tiga kelompok yaitu jamur yang bisa dikonsumsi, jamur yang digunakan obat, dan jamur yang beracun.

Untuk jenis jamur yang bisa dikonsumsi ini mempunyai nilai gizi yang tinggi dan disebut dengan jamur edible atau layak makan. Selain rendah kalori dan hampir tak mempunyai lemak, tetapi didalam jamur juga mengandung vitamin D dan B12, loh. Maka dari itu jamur sangat cocok untuk dikonsumsi.  

Jenis jamur yang bisa dikonsumsi salah satunya yaitu jamur tiram. Ciri khas jamur tiram yaitu berwarna putih, lebar, tumbuh bergerombol seperti payung, dan bentuknya yang menyerupai cangkang tiram serta sangat mudah ditemukan apalagi di Indonesia. Sebab itulah, sebagian besar masyarakat membudidayakan jamur tiram ini sebab banyak sekali peminatnya. Untuk Anda yang mulai tertarik untuk membudidayakan jamur tiram ini, kali ini penulis sedikit menjelaskan tentang cara budidaya jamur tiram.

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

Terdapat banyak jenis jamur tiram, mulai dari jamur tiram abu-abu, tiram putih, cokelat, dan juga emas. Di setiap jenis jamur tiram ini, pastinya mempunyai keunikannya masing-masing.

Akan tetapi, salah satu jenis jamur tiram yang banyak digandrungi oleh masyarakat yaitu jamur tiram putih. Permintaan pasar akan jamur tiram ini selalu tinggi sebab disukai oleh hampir semua kalangan. Dan bahkan kreasi makanan dari jamur tiram putih ini banyak sekali.

Sebab permintaannya yang semakin meningkat, membuat sebagian besar orang berkeinginan untuk membudidayakan jamur tiram putih ini. Untuk para pemula yang igin memulai budidaya jamur tiram, umumnya memulai budidaya dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Nah, berikut ini beberapa cara budidaya jamur tiram untuk para pemula.



1. Siapkan Kumbung
Arti kumbung atau rumah jamur yaitu tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Umumnya, kumbung berupa sebuah bangunan atau ruangan yang diisi dengan rak-rak untuk meletakkan baglog dan harus mempunyai kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.

Biasanya kumbung terbuat dari bambu atau kayu, di bagian dinding kumbung bisa dibuat dari papan, dan untuk atapnya Anda bisa memakai genteng. Sebaiknya untuk tak memakai atap asbes atau seng, sebab akan membuat suhu di dalam kumbung panas. Serta pada bagian lantainya tetap menggunakan tanah, supaya air yang dipakai untuk menyiram jamur bisa meresap.
Butuh Paranet Untuk Pembuatan Kumbung Jamur? Klik Disini Untuk Info Daftar Harganya
Pada bagian dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Fungsi dari rak tersebut yaitu untuk menyusun baglog, untuk rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu. Letakkan rak dengan posisi berjajar dan antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.

Lebih baiknya ukuran rak yaitu tidak kurang dari 40 cm,  dan buatlah rak sekitar 2–3 tingkat saja. Untuk lebar rak 40cm dan panjang setiap ruas rak 1m. Masing-masing ruas rak ini mampu menyimpan 70–80 baglog. Kapasitas rak sendiri disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan. Namun, sebelum Anda mamasukkan baglog ke dalam kumbung ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
* Anda harus membersihkan kumbung dan rak-rak dari kotoran.
* Lakukan proses pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Setelah proses tersebut selesai, diamkan selama 2 hari sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.
* Ketika bau sudah hilang Anda bisa masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan, bila seluruh permukaannya sudah tertutupi dengan serabut putih.


2. Menyiapkan Baglog
Pada budidaya jamur baglog adalah media tanam untuk meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama untuk baglog adalah serbuk gergaji, sebab jamur tiram merupakan jenis jamur kayu. Setelah itu, baglog dibungkus plastik berbentuk silender, yang dimana salah satu ujungnya diberi lubang, sebab pada lubang itulah jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.

Dalam budidaya jamur tiram skala besar, umumnya petani jamur membuat baglog sendiri. Akan tetapi untuk pemula, umumnya baglog dibeli dari pihak lain. Jadi petani bisa fokus hanya menjalankan usaha budidaya saja tanpa harus membuat baglog sendiri.


3. Cara Merawat Baglog
Dalam menyusun baglog dalam rak terdapat 2 cara yaitu diletakkan secara vertikal dan horizontal. Dari kedua cara budidaya jamur tiram ini mempunyai kelebihan masing-masing. Apabila disusun secara horizontal, maka baglog akan lebih aman dari siraman air. Sebab jika proses penyiraman berlebihan, air tak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan panen lebih mudah, namun penyusunan dengan cara horizontal ini lebih banyak memakan ruang. 

Ada beberapa tahapan untuk perawatan baglog jamur, berikut cara perawatannya:
-  Buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog, sebelum Anda menyusunnya. Setelah itu diamkan kurang lebih 5 hari. Jika lantai kumbung terbuat dari tanah, laksanakan penyiraman untuk menambah kelembaban.
-  Sesudah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang tumbuh lebih lebar. Biarkan selama 3 hari, dan baglog jangan disiram, cukup siram pada bagian lantai saja.
- Laksanakan proses penyiraman dengan sprayer, dan sebaiknya penyiraman membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan, maka akan semakin baik. Anda bisa menyiramnya 2–3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung serta Anda wajib menjaga suhu pada kisaran 16–24 derajat selsius.


4. Memanen Jamur Tiram
Jika baglog yang dipakai permukaannya sudah tertutup sempurna dengan miselium, umumnya dalam waktu 1–2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Pemanenan baglog jamur bisa 5–8 kali, jika perawatannya baik.

Untuk baglog dengan bobot sekitar 1kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7kg–0,8kg. Sesudah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos. Panen ini dilaksanakan pada jamur yang sudah mekar dan membesar. Lebih tepatnya jika bagian ujungnya sudah terlihat meruncing, tetapi tudungnya belum pecah dan warnanya masih putih bersih.

Jika masa panen lewat setengah hari saja, maka warna bisa menjadi sedikit kuning kecoklatan dan tudungnya akan pecah. Apabila sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tak tahan lama. Untuk jarak panen pertama ke panen berikutnya sekitar 2–3 minggu lagi.
Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula, Mau Coba? Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula, Mau Coba? Reviewed by Yoyon Oke on Februari 11, 2021 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

NOTICE

dari telah membeli
Rating Pembeli :