limcorporation
Subscribe Newsletter

Negara-negara yang Jadi Lumbung Padi Terbesar di Asia Tenggara


Beras adalah salah satu makanan pokok terpenting yang ada di dunia. Mayoritas masyarakat Asia serta timur tengah mengkonsumsi beras sebagai sumber utama karbohidrat. Beras ini awalnya berasal dari tanaman padi, padi yang telah dipanen bakal jadi beras setelah ditumbuk. Beras itulah yang nantinya bakal berubah jadi nasi setelah dimasak. Bahan makanan pokok seperti beras sangat vital dalam perdagangan internasional.

Bahkan, beras termasuk jajaran komoditi ekspor impor yang sangat laku. Hal ini disebabkan oleh sebagian besar dari populasi di dunia ini yang menjadikan beras sebagai makanan wajib. Banyak negara yang berusaha meningkatkan hasil tanamnya untuk meraup jumlah panen padi berton-ton. Peningkatan produktivitas ini berhasil dicapai lewat revolusi pertanian serta revolusi hijau yang sangat berhasil.

Baca Juga :

Hampir sebagian besar masyarakat Asia mengonsumsi beras sebagai makanan pokok. Tak heran kalau peningkatan teknologi di bidang pertanian terus dikembangkan guna meningkatkan kualitas serta produksi beras setiap tahunnya. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat pertambahan jumlah penduduk setiap negara tak bisa dihindari setiap tahun. Negara-negara di Asia Tenggara tak perlu diragukan lagi sumber daya alamnya termasuk di bidang pertanian terutama pada tanaman padi. Berikut ini adalah beberapa negara yang terkenal sebagai lumbung padi terbesar di Asia Tenggara.


Vietnam
Sejak beberapa dekade terakhir ini negara Vietnam terkenal sebagai pengekspor beras diurutan kedua terbesar di dunia, sekaligus menjadikan negara ini produsen beras terbesar di Kawasan Asia Tenggara. Padahal di zaman pemerintahan Orde Baru, negara Vietnam pernah meminjam beras kepada Indonesia. Tentunya Vietnam mulai belajar cara pengelolaan padi dengan benar dimulai dari sistem tata kelola stok serta kebijakan perberasan yang sangat memperhatikan usaha tani padi. 

Menurut peneliti Lembaga Teknik Pertanian serta Teknologi Pasca Panen, Kementrian Pertanian serta Pengembangan Perdesaan Vietnam mengatakan kalau untuk menghasilan produksi serta tata kelola stok beras di Vietnam harus ada lima sektor yang berperan yakni petani, pelaku usaha, pemerintah, universitas serta peneliti. Negara Vietnam terbukti bisa menghasilkan sekitar 4,2 ton per hektar bahkan bisa mencapai 5,6 ton per hektar. Di tahun 2018 tercatat sekitar 29.069.000 ton beras berhasil diproduksi negara Vietnam.


Thailand
Negara yang dikenal juga sebagai negara tak pernah dijajah ini, tak perlu diragukan lagi perkembangan teknologinya di bidang pertanian termasuk beras. Bahkan beras sendiri jadi komoditas penting di negara ini, hal ini terbukti dari nilai total beras Thailand yang dijual mencapai 174,5 milyar baht di tahun 2017 ataupun sekitar 12,9% dari total seluruh produksi pertanian. Masyarakat Thailand sendiri memiliki tradisi yang amat kuat untuk memproduksi beras. 

Tak heran kalau negara ini juga berusaha untuk meningkatkan produksi beras dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, tercatat ada lebih dari 9 juta hektar lahan sawah yang telah dikelola ataupun sekitar setengah dari lahan pertanian di Thailand. Jumlah produksi beras dari Negara Thailand sekitar 20.700.000 ton sedangkan tingkat konsumsi masyarakat sekitar 10.500.000 ton hal ini disebabkan populasi penduduk di Thailand tak sebanyak Indonesia. tak heran kalau Thailand cukup sering melakukan ekspor beras ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara termasuk ke Indonesia.


Indonesia
Hampir setiap lahan di Indonesia banyak dimanfaatkan sebagai pertanian tak terkecuali lahan untuk persawahan. Untuk bulan Septermber tahun 2019 sendiri saja, produksi beras diperkirakan mencapai 26,91 juta ton dengan perhitungan rata – rata konsumsi nasional masyarakat Indonesia mencapai 111,58 kg per kapita setiap tahun. Angka tersebut pula jadi bukti bahwa terjadi surplus higga 4,64 juta ton pada periode tersebut. 

Berdasarkan data dati Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui kalau luas lahan panen sekitar 8,99 juta hektar dengan jumlah produksi antara bulan Januari hingga September mencapai 46,9 juta ton gabah kering giling (GKG) ataupun 26,91 juta ton beras. Tingkat konsumsi periode ini juga mencapai 22,28 juta ton. Bahkan Indonesia sendiri berada di urutan ketiga terbesar di dunia sebagai negara penghasil beras. Namun pada periode tertentu Indonesia masih melakukan impor beras dari beberapa negara di Asia Tenggara seperti Myanmar serta Thailand guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyakat Indonesia serta menjaga ketersediaan stok beras nasional.


Filipina
Salah satu negara kepulauan yang berada di Asia Tenggara ini juga masuk sebagai negara lumbung padi meskipun jumlah produksi padi yang dihasilkan tak sebanyak negara – negara lain di Asia Tenggara. Filipina pernah jadi importir terbesar di dunia pada tahun 2010. Perkembangan produksi beras di Negara Filipina telah terjadi sejak tahun 1950-an bahkan terdapat pusat varietas padi bernama Internasional Rice Research Institute ataupun IRRI. IRRI berada di Los Banos jadi pusat varietas padi dari seluruh dunia. 

Ada lebih dari 100 ribu sampel varietas beras yang tersimpan di IRRI. Sampel – sampel ini berguna untuk membantu petani di Filipina untuk mengembangkan tanaman padi yang bisa tahan dalam kondisi kering ataupun banjir. Beras dianggap sebagai komoditi pangan yang mudah untuk disimpan sehingga keberadaannya harus disimpan selama ratusan tahun ke depan dengan tingkat suhu yang rendah. Bahkan negara Filipina jadi negara yang diandalkan oleh Indonesia dalam hal pengimporan beras.


Myanmar
Negara yang juga jadi lumbung padi terbesar di Asia Tenggara yakni Myanmar. Bahkan negara ini  mendapat urutan ketujuh sebagai negara produsen beras terbesar di dunia yakni sekitar 13.120.000 ton pada tahun 2018. Meskipun begitu tingkat konsumsi beras Myanmar cukup rendah yakni sekitar 10.200.000 ton serta tentunya jadi beras di negara ini surplus ataupun berlebih. Padahal dahulu saat dilanda konflik, Myanmar jadi salah satu negara termiskin di kawasan Asia. 

Harga beras di Myanmar termasuk rendah yaitu sekitar antara Rp2.900 hingga Rp7.000 per kilogram serta hal ini pula yang menyebabkan Indonesia menjadikan Myanmar sebagai lumbung beras tambahan karena ketersediaan beras yang dimiliki negara Myanmar cukup tinggi. Hal menarik ketika panen padi tiba, bakal dipenuhi warna kuning di seluruh Myanmar, tak heran kalau negara ini mendapat julukan sebagai negara emas.
Negara-negara yang Jadi Lumbung Padi Terbesar di Asia Tenggara Negara-negara yang Jadi Lumbung Padi Terbesar di Asia Tenggara Reviewed by Lim Mulyono on November 23, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

INFO

dari telah membeli
Rating Pembeli :

Cek Produk