Menguak 1001 Jenis Terasering yang Belum Anda Tau, Apa Itu!


Pada waktu liburan ke daerah pegunungan tentunya sering sekali melihat pemandangan sawah yang bertingkat dan indah. Umumnya masyarakat menyebut sawah bertingkat tersebut dengan nama sengkedan dan lebih dikenal dengan istilah terasering. Sebetulnya apa yang dimaksud dengan terasering?

Sengkedan merupakan bentuk konservasi tanah dan air yang dibuat dengan cara digali untuk memperkecil kemiringan lereng atau mengurangi panjang lereng dan menutup tanah secara melintang. Bisa juga diartikan sebagai suatu teknik berbudidaya dengan sistem bertingkat yang difungsikan untuk pencegahan erosi tanah.

Fungsi Terasering
Fungsi dari pembuatan terasering yaitu untuk meningkatkan peresapan air ke dalam tanah dan memperkecil resiko pengikisan tanah oleh air. Selain bermanfaat, proses pembuatan terasering juga memiliki fungsi tertentu. Berikut ini beberapa fungsi dari terasering.
* Menjaga dan meningkatkan kestabilan lereng.
* Memperbanyak resapan air hujan ke dalam tanah.
* Mampu mengurangi run off atau kecepatan aliran air di permukaan tanah.
* Memudahkan perawatan atau konservasi lereng.
* Untuk mengurangi panjang lereng atau memperkecil tingkat kemiringan lereng.
* Mengendalikan arah aliran air menuju ke daerah yang lebih rendah jadi tak terkonsentrasi di satu tempat.
* Menampung dan menahan air pada lahan miring.

Jenis-Jenis Terasering
Terasering bisa dikelompokkan dengan berbagai macam cara. Berdasarkan bentuknya, terasering dikelompokkan menjadi 8 bentuk yaitu:

1. Teras Kredit
Bentuk terasering pertama yakni teras kredit yang artinya yaitu suatu teras dengan bentuk guludan tanah atau batu yang sejajar kontur. Dengan menggabungkan antara guludan dan saluran air menjadi satu. Faktor penting yang harus dipenuhi saat membuat teras kredit yaitu kemiringan lereng sekitar 3%-10% dengan kedalaman tanah lebih dari 30cm, tanah harus memiliki daya resap air yang tinggi dan tak ada kanal yang rawan longsor. Dalam proses pembuatan teras kredit ini membutuhkan banyak tenaga kerja dan harus dibuat di daerah yang tak sering terjadi hujan lebat.

2. Teras Kebun
Untuk teras yang kedua yaitu teras kebun, adalah suatu teras yang dibuat sejajar kontur dengan bagian lain yang dibiarkan seperti keadaan aslinya. Lebih gampangnya yaitu lahan yang letaknya berada di antara 2 teras yang bersebelahan dibiarkan tak diolah. Pembuatan teras kebun bisa dilaksanakan pada lereng dengan kemiringan 30%-50%. Umumnya teras model ini ditanami tanaman perkebunan yang fungsinya sebagai tumbuhan penutup tanah.

Baca Juga:
Panduan Lengkap Budidaya Buah Langka Asal Papua, Mau Tau!
10 Profesi Pertanian yang Wajib Anda Tau, Ternyata Keren Juga Loh!
Mau Buka Usaha Kedai Kopi? Coba Pahami 5 Persiapan Jitu Ini

3. Teras Datar
Yang ketika yaitu teras datar atau teras sawah. Artinya suatu teras dengan bentuk tanggul yang sejajar kontur, serta dilengkapi saluran air di bagian atas dan bawah tanggul. Ketika proses pembuatan teras datar terdapat beberapa syarat yang wajib diperhatikan, yaitu kelerengan lahan harus kurang dari atau sama dengan 3%, kedalaman tanah kurang dari 30cm, untuk tumbuhan yang ditanam yaitu tumbuhan musiman serta berada di daerah dengan curah hujan rendah.

Bagian permukaan tanah juga tak boleh berbatu dan dibuat di daerah yang tingkat resapan airnya cukup tinggi jadi tak terjadi genangan serta aliran air melewati tebing teras. Tujuan dari pembuatan teras datar yaitu untuk membuat lapisan tanah tetap lembab dan memperbaiki aliran air.


4. Teras Guludan
Pengertian dari teras guludan merupakan salah satu teras dengan bentuk guludan yang dibuat melintang lereng. Teras guludan dibuat pada lereng dengan kemiringan 10%-15% dengan kedalaman tanah lebih dari 30cm. Mirip dengan teras daratan, proses pembuatan teras guludan harus berada pada daerah dengan daya resapan air yang tinggi. Bukan hanya itu diperlukan juga saluran pembuangan air yang aman. Saluran air tersebut dibuat landai dengan kemiringan 0,1% jadi bisa menampung endapan tanah hasil dari erosi.

5. Teras Bangku
Definisi dari teras bangku adalah suatu teras yang dibuat dengan memotong lereng jadi bidang olah miring ke belakang dan membentuk deretan bangku. Pada teras bangku ini lengkap dengan saluran pembuangan air dan ditanami rumput untuk menguatkannya. Untuk syarat dalam pembuatan teras bangku hampir sama dengan teras guludan, hanya saja bisa dibuat di daerah dengan daya serap air yang rendah. Walapun seperti itu teras bangku sulit diterapkan pada pertanian yang memakai mesin pembajak yang besar serta memerlukan modal banyak dalam pembuatannya.

6. Teras Individu
Teras individu adalah suatu teras yang berdiri sendiri bagi setiap tanaman. Ukuran setiap teras berbeda, sesuai dengan jenis tanamannya. Umumnya jenis tumbuhan yang ditanam pada teras ini yaitu tanaman kayu dan tanaman penutup tanah. Teras individu bisa dibuat pada lereng dengan kemiringan antara 10%-50% dan kedalaman tanah lebih dari 30cm.

Tahapan pembuatan teras individu cukuplah sederhana, yaitu dengan cara menggali tanah di area yang akan ditanami dan tanah hasil galian ditimbun ke lereng bagian bawah hingga landai jadi membentuk seperti teras bangku yang terpisah. Lahan di sekitar teras individu dibiarkan tetap berupa padang rumput, atau bisa juga ditanami tanaman penutup tanah.
Ayo bergabung di Fanpage kami "Pertanian & Perkebunan" agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI
7. Teras Saluran
Merupakan suatu teras dengan bentuk berupa lubang-lubang buntu yang dibuat untuk menampung endapan-endapan tanah akibat proses sedimentasi, teras ini sering disebut rorak oleh para petani. Dalam pembuatan teras saluran, syarat yang harus dipenuhi yaitu kemiringan lereng antara 3%-10% dengan kedalaman tanah lebih dari 30cm, tanah bertekstur kasar dan mempunyai daya resap yang cepat. Biasanya tanaman yang ditanam pada lahan dengan tipe teras saluran yaitu tanaman kayu.

8. Teras Batu
Yang terakhir yaitu jenis teras batu. Teras ini memakai batu sebagai dinding dengan jarak yang disamakan di sepanjang garis kontur pada lahan miring. Proses pembuatan teras batu sangat baik diterapkan pada lahan yang mempunyai banyak batu dan kerikil. Fungsi teras ini yaitu untuk persiapan dalam pembuatan teras bangku. Tujuan dari pembuatan teras batu yaitu memanfaatkan batu-batuan yang ada dipermukaan tanah jadi lahan bisa dipakai untuk bercocok tanam.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Menguak 1001 Jenis Terasering yang Belum Anda Tau, Apa Itu!” dapat berguna dan bermanfaat.

Kami Lim Corporation menyediakan dan melayani pemesanan serta pembelian Plastik Pertanian & Perkebunan, dengan harga murah dan bahan yang berkualitas. Info lebih lanjut mengenai produk silakan hubungi admin kami pada hari dan jam kerja via:
Phone: 031–8830487
SMS/CALL/WA: 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3
Menguak 1001 Jenis Terasering yang Belum Anda Tau, Apa Itu! Menguak 1001 Jenis Terasering yang Belum Anda Tau, Apa Itu! Reviewed by Gardener on Desember 09, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.