Keterbatasan lahan di kawasan padat penduduk sering kali menjadi kendala utama dalam menciptakan lingkungan yang asri dan produktif. Namun, pandangan tersebut berhasil dipatahkan oleh sosok inspiratif bernama Taufiq Supriadi, Ketua RT 08/RW 04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Baca Juga :
- Jamur Shimeji: Ciri Fisik, Jenis, Cara Mengolah, dan Manfaatnya
- Pernah Dengar Buah Lo Han Kuo? Begini Bentuk dan Rasanya!
- Satu Sendok Madu Adalah Hasil Kerja Seumur Hidup 12 Lebah
Sosok pimpinan warga ini mendadak viral di berbagai media sosial karena aksinya yang berani merombak lorong gang sempit menjadi kawasan hijau, mandiri pangan, serta kaya akan inovasi lingkungan. Di tengah keterbatasan ruang permukiman ibu kota, langkah kreatifnya membuktikan bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari skala lingkungan terkecil.
Gang Sempit Jadi Laboratorium Hijau
Kawasan RT 08/RW 04 Malaka Jaya dulunya merupakan lorong gang padat dengan lebar sekitar dua meter saja. Melalui pendekatan karsa dan gotong royong, Pak Taufiq menginisiasi berbagai program penataan ruang secara vertikal dan multifungsi.
Gang yang tadinya hanya menjadi akses lalu lalang warga kini bertransformasi menjadi laboratorium hidup pembelajaran lingkungan. Berbagai inovasi yang diterapkan di lingkungan ini mencakup :
- Kolam Gizi Warga di Atas Selokan. Salah satu inovasi paling ikonis adalah pemanfaatan ruang di atas saluran air (U-Ditch) tanpa mengganggu drainase utama. Kolam ini dimanfaatkan untuk budidaya ikan lele, nila, dan bawal yang hasilnya dibagikan secara gratis guna mendukung pemenuhan gizi balita serta lansia di lingkungan setempat.
- Sistem Pangan Vertikal (Urban Farming). Dinding-dinding rumah warga di sepanjang gang dipasangi instalasi hidroponik dan pot gantung untuk menanam bermacam sayuran harian seperti pakcoy, kangkung, dan cabai.
- Pengelolaan Air Hujan dan Sumur Resapan. Penerapan teknik penampungan air hujan (rainwater harvesting) serta pembuatan sumur resapan dalam guna menjaga ketersediaan air tanah serta mencegah genangan saat musim hujan.
- Teknologi Ramah Lingkungan. Penggunaan panel surya skala mikro untuk pencahayaan gang umum serta sistem penyiraman otomatis guna menghemat konsumsi energi.
Tahukah Anda? Kantong sampah banyak dipakai sebagai lapisan dalam tong sampah karena membuat proses pembuangan menjadi lebih bersih, praktis, dan cepat tanpa mengotori wadah utama. Anda butuh Kantong Sampah? Klik disini sekarang!
Dampak Sosial dan Penghargaan
Gerakan lingkungan yang digagas Pak Taufiq tidak hanya membawa perubahan fisik pada lingkungan RT 08, melainkan juga mengubah pola pikir atau mindset warga sekitar. Warga yang awalnya pasif kini secara rutin bergotong royong memilah sampah rumah tangga, merawat tanaman, serta menjaga kebersihan saluran air.
Keberhasilan inovasi dari lorong sempit ini menarik perhatian publik hingga kancah internasional. Selain meraih rekor nasional dan masuk dalam nominasi penghargaan lingkungan Kalpataru, karya Pak Taufiq di Duren Sawit ini sempat diundang untuk memaparkan konsep mitigasi krisis lingkungan di Tiongkok.
Kisah keberhasilannya menjadi bukti nyata bahwa gagasan lokal berskala kecil mampu memberikan inspirasi yang menggema secara global. Aksi nyata Taufiq Supriadi sebagai Ketua RT di salah satu wilayah Duren Sawit menjadi contoh konkrit keberhasilan manajemen lingkungan berbasis komunitas.
Keterbatasan lahan di gang sempit bukanlah penghalang untuk menciptakan lingkungan yang produktif, sehat, dan berdaya saing. Inovasi ini patut dijadikan percontohan bagi kawasan permukiman perkotaan lainnya di Indonesia dalam mewujudkan kemandirian pangan dan keberlanjutan lingkungan.
Reviewed by Pak Tani
on
September 12, 2026
Rating:



Tidak ada komentar: