HUBUNGI KAMI

TOKO PLASTIK PERTANIAN
Polybag, Paranet (Shade Net), Mulsa Plastik, Plastik UV Greenhouse, Insect Net, Insect Screen, Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Putih Polos, Karung Transparan, Karung Roll, Terpal Plastik, Geomembran, Selang Plastik, Tali Salaran, Plastik Sungkup, Polynet (Safety Net), Kantong Sampah, Geomembran, Plastik LDPE, dll.

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Geomembran Untuk Mengatasi Kelangkaan Garam Di Indonesia

Geomembrane
Geomembrane
Geomembran Untuk Mengatasi Kelangkaan Garam Di Indonesia - Belakangan ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita tentang kelangkaan garam di beberapa daerah. Hal ini menjadi tugas bagi dinas perikanan dan kelautan untuk meninjau daerah-daerah penghasil garam di Indonesia, salah satunya yaitu daerah Probolinggo sebagai penghasil garam no.2 setelah Madura, di Jawa Timur. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Probolinggo, Dedy Isfandy mengatakan akan mengevaluasi kelangkaan dan mahalnya harga garam. Salah satunya adalah untuk menambah lahan garam dengan sistem geo isolator.

Yang dimaksud Dedy adalah sebuah lahan garam geo isolator dengan menggunakan terpal yang berfungsi untuk mempercepat proses pembuatan garam serta menambah hasil produksi. Dedy menyebut, nantinya sistem geo isolator itu akan disebar di beberapa tempat pada kelompok tani garam di Kabupaten Probolinggo. Namun, Dedy tidak merinci ada berapa tambak garam yang akan di fasilaitasi sistem geo isolator itu. Dedy menjelaskan, menurunnya produksi garam di Kabupaten Probolinggo, karena fenomena cuaca yang tak mendukung, sehingga penghasil garam tidak menentu dan terpaksa petani harus memanen garamnya pada usia dini.

Info seputar Pertanian & Perkebunan klik DISINI.

Menurut Dedy, untuk meningkatkan produksi dan kualitas garam rakyat, diperlukan sentuhan teknologi bagi pembudidaya garam rakyat. Adapun untuk peningkatan produksi perlu penataan lahan yang ada yaitu merobah lahan dari tradisional menjadi semi intensif, karena pada lahan tradisional umumnya terdiri dari kolam penampung air muda, kolam peminihan, meja kristalisasi sedangkan kolam penampung air tua hanya ada disekitar meja kristalisasi yang berbentuk parit.

Sedangkan pada lahan semi intensif terdiri dari kolam penampung air muda, kolam peminihan, kolam ulir, kolam penampung air tua dan meja kristalisasi. Dari perbedaan tersebut pada lahan semi intensif akan cepat didapat air tua yaitu dengan penambahan kolam ulir, dan untuk meningkatkan produksi garam diperluasnya meja kristalisasi hal ini tidak perlu dikawatirkan kekurangan air tua karena stok air tua sudah tersedia di kolam penampung air tua.

Baca Juga :


Di samping itu, untuk meningkatkan mutu garam rakyat yang perlu dilakukan adalah pengontrolan air tua yang akan dilepas ke meja kristalisasi dimana air tua yang akan dilepas harus mempunyai kepekatan 25° Be agar diperoleh kristal garam yang baik yaitu kristal garam tersebut tidak mudah rapuh dengan waktu pemanenan minimal 10 hari.

Geomembran termasuk salah satu produk yang digunakan dalam pembuatan garam yang mengusung metode geo isolator. Geomembran merupakan produk HDPE (high density polyethylene) atau LDPE (low density polyethylene) atau yang berfungsi sebagai tahan air. Produk plastik seperti geomembran  fungsi utamanya adalah tahan air, geomembran berbentuk lembaran yang dipacking gulungan dengan ukuran bermacam-macam.

Faktor terpenting dalam geomembran yaitu pengolahan bahan polyethylen yang digunakan, ketebalan produk, kerekatan bahan kimia yang terkandung, ketahanan produk, dll. Geomembran sangat cocok digunakan untuk geoisolator pembuatan garam, pelapis tambak/kolam agar air tidak meresap kedalam tanah, kolam renang, kolam penampungan air, kolam balong pertamina, spillway, waduk bahkan geomembran bisa diaplikasikan dengan material lain yang berfungsi sebagai pengontrol aliran air atau limbah pabrik.

Untuk saat ini geomembran paling populer digunakan untuk tambak dan kolam penampung air. Kami berharap nantinya geomembran bisa menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan garam di Indonesia. Adapun aplikasi geomembran diantaranya :

  • Tempat pembuangan limbah industri
  • Tempat pembuangan akhir sampah
  • Kolam pengolahan air industri
  • Penampungan air buangan
  • Penampungan heap leach dan kolam tailing
  • Floating cover
  • Kolam buatan dan dekoratif
  • Secondary containment
  • Kontrol kadar air pada tanah ekspansif
  • Lapis kedap pada danau
  • Waduk agrikultur
  • Trowongan
  • Kontrol kadar air pada tanah ekspansif
  • Kanal irigasi & drainase
  • Lapis kedap pada tambak, dsb.

Demikian artikel pada hari ini tentang "Geomembran Untuk Mengatasi Kelangkaan Garam Di Indonesia". Terima kasih dan semoga bermanfaat....

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Geomembran Untuk Mengatasi Kelangkaan Garam Di Indonesia"

Posting Komentar