HUBUNGI KAMI

TOKO PLASTIK PERTANIAN
Polybag, Paranet (Shade Net), Mulsa Plastik, Plastik UV Greenhouse, Insect Net, Insect Screen, Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Putih Polos, Karung Transparan, Karung Roll, Terpal Plastik, Geomembran, Selang Plastik, Tali Salaran, Plastik Sungkup, Polynet (Safety Net), Kantong Sampah, Geomembran, Plastik LDPE, dll.

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Trik Sederhana Pembuatan Green House, Tanpa Banyak Mengeluarkan Dana


Jenis-Jenis Green House:

Untuk jenis green house yang sering digunakan di Indonesia sanggup dibedakan menurut bahan-bahan yang dipakai, sebab sanggup memengaruhi pada biaya dan usia dari bangunan tersebut. Berikut jenis-jenisnya:

Green House dari Bambu

Jenis ini merupakan yang paling banyak murah biaya pembuatannya, dan banyak digunakan para kalangan petani. Kelemahan dari jenis green house bambu ini usang pemakaiannya lebih singkat sebab materi yang digunakan rentan ringkih terhadap hama. Biasanya green house bambu hanya menggunakan plastik UV sebagai daerah produksi tanamannya.

Green House dari Kayu

Jenis green house kayu kualitasnya jauh lebih baik kalau dibandingkan dengan jenis green house bambu, sebab usia pemakaiannya yang relatif lebih lama. Sanitasi lingkungan yang dipunyai pun lebih higienis kalau dibandingkan dengan jenis green house bambu. Biasanya dibagian bawah dinding sanggup diberi komplemen semen agar kelihatan permanen, dan penggalan epilog sudah menggunakan jenis materi yang sifatnya permanen juga tentunya.

Green House dari Besi

Jenis green house besi merupakan jenis yang paling tahan usang digunakan dan tentunya dari segi biaya yakni yang paling mahal pembuatannya. Hal ini dikarenakan bahannya yang digunakan yakni kualitas terbaik dilihat dari segi kekuatannya. Selain itu biasanya ada unsur komplemen pada beberapa penggalan peralatan lain yang dimaksudkan agar sanggup mendukung pemakaiannya menjadi lebih optimal dan lebih maksimal.

Cara Membuat Green House Yang Mudah

Ketinggian atap sebaiknya dibuat agak lebih rendah, maksimal setinggi orang dewasa. Hal ini dimaksudkan agar lebih simpel pada ketika mengerjakan proses aktivitas perawatan dan pada ketika melaksanakan proses penangkapan hama yang masuk.

Saat menciptakan green house disarankan tempatnya harus mempunyai sirkulasi udara yang baik tetapi keadaan didalamnya tetap tertutup.

Penggunaan jaring sebagai dinding disarankan cari yang lebih rapat dan menggunakan warna transparan.

Penggunaan biaya harus diubahsuaikan dengan budget yang dimiliki, perlu dipertimbangkan dalam menciptakan green house agar tak terjadi pembuangan dana yang tak berguna.

Adapun hal-hal yang biasa menghalangi dalam pembuatan green house, pada pada dasarnya permasalahan terletak di faktor biaya. Sebetulnya bila lebih bisa kreatif, anda juga sanggup membangun green house yang sederhana dengan biaya lebih murah dengan memperoleh fungsi yang sama.

Bahan-bahan yang diharapkan dalam pembuatan green house sederhana, adalah:

Kayu, Bambu dan Pipa PVC

Bahan-bahan ini digunakan untuk pembuatan penggalan kerangka dan juga rak-rak daerah tanaman. Bahan-bahan tersebut digunakan secara individu ataupun sanggup digabungkan antara satu dengan yang lainnya. Bahan-bahan yang dibuatnya dari kayu dan bambu dari segi biaya harganya lebih murah, akan tetapi kekuatannya hanya bisa bertahan sekitar 2-3 tahun saja. Sedangkan besi mempunyai harga yang lebih mahal dalam pembuatannya, tetapi sanggup tahan dengan waktu yang relatif lama. Pemilihan pipa PVC sangat cocok untuk rangka tipe melengkung.

Plastik Ultraviolet

Plastik ultraviolet biasanya digunakan untuk menutupi penggalan atap. Selain itu, ada beberapa materi jenis materi di pasaran yang sanggup anda pilih ibarat materi Acrylic, Polycarbonate, Fiberglass Reinforced Polyester, dan lain-lainnya

Baca Juga :



Paranet/Screen

Bahan ini biasanya digunakan untuk epilog seluruh penggalan sisi dinding. Paranet juga berkhasiat untuk sirkulasi udara, serta sebagai penyaring sinar matahari, dan sebagai penghalau masuknya serangga dari luar.

Paku
Baut
Tali

Pada dasarnya bahan-bahan tersebut sudah biasa digunakan sebagai pengikat dan sebagai penguat konstruksi bangunan.



Tahapan-Tahapan Membuat Green House Sederhana 

1. Menentukan lokasi dan ukuran green house

Didalam pemilihan lokasi sebaiknya memperhatikan beberapa faktor penting ibarat luas lahan, bentuk topografi, iklim, serta ada atau tidaknya sumber air. Setelah itu anda sanggup memilih ukuran dan arah bangunan sesuai dengan harapan dan desain yang direncanakan. Saat memilih ukuran bangunan anda perlu memperhitungkan jumlah kebutuhan materi yang dibutuhkan. Kesimpulannya yakni, semakin besar ukuran maka tentu akan semakin besar biaya yang dikeluarkan.

2. Membuat kerangka

Bentuk kerangka sanggup disamakan dengan harapan anda, baik berbentuk rumah ataupun melengkung ibarat tipe tunnel. Bangunlah struktur kerangka berawal dari sisi dinding, pintu hingga ke penggalan atap. Setiap struktur penting kerangka sanggup anda berikan ibarat dudukan beton agar lebih kuat. Gunakan paku, baut dan tali sebagai pengikat setiap bagiannya.

3. Menutup Kerangka         

Sesudah kerangka selesai dibentuk, tahap selanjutnya yakni menutup penggalan atapnya dengan plastik UV. Setelah  itu anda sanggup menutup penggalan sisi samping dengan paranet. Gunakan paku, baut dan tali untuk mengikatnya. Pasanglah secara benar dan hati-hati agar kesudahannya lebih rapi dan kuat.

4. Finishing

Setelah green house selesai dibangun, maka tahapan selanjutnya yakni dengan mengerjakan pengaturan di dalamnya. Pengaturan sanggup disamakan dengan kegunaan atau fungsinya. Anda pun sanggup menciptakan sekat-sekat ataupun menciptakan semacam rak-rak kecil sebagai daerah menanam tanaman.

Tips-tips dalam menciptakan green house:

  • Pastikan posisi green house memanjang dari timur ke barat, dengan maksud agar mendapat sinar di siang hari.
  • Jika anda merencanakan adanya penyinaran buatan atau lampu di dalam green house, pastikan posisinya bersahabat dengan tanaman.
  • Buatlah posisi berdirinya green house jauh dari jangkauan anak-anak.
  • Sebaiknya green house dilengkapi dengan thermometer kerja yang sanggup mengontrol pengaturan suhu, kecuali kalau green house mempunyai sistem ventilasi otomatis. Pada demam isu dingin, suhu di dalam ruangan sebaiknya ada di kisaran 45 derajat hingga 60 derajat agar pertumbuhan tumbuhan tak mengganggu kualitasnya. 
  • Meskipun keadaan di luar dingin, tetapi kalau green house memperoleh penyinaran yang cukup, suhu di dalam green house akan tetap hangat.
  • Pastikan sistem ventilasi tetap bekerja secara maksimal, supaya  suhu di dalam green house sudah mulai meningkat terlalu hangat, udara hirau taacuh diluar sanggup masuk dan sanggup meminimalisir suhu panas tersebut kembali ke temperatur normal yang diharapkan tanaman.


Jika Anda membutuhkan Plastik UV untuk pembuatan GreenHouse atau untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan bahannya lebih kekal Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan :
– Minimal order 1 ton
– Kandungan UV protektor 5%, kalau minta kandungan UV diatas 5% akan dikenakan harga untuk kenaikan tiap 1% nya Rp 500,-/kg
– Harga netto ( tidak termasuk PPN )
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim Ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Trik Sederhana Pembuatan Green House, Tanpa Banyak Mengeluarkan Dana"

Posting Komentar