HUBUNGI KAMI

TOKO PLASTIK PERTANIAN
Polybag, Paranet (Shade Net), Mulsa Plastik, Plastik UV Greenhouse, Insect Net, Insect Screen, Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Putih Polos, Karung Transparan, Karung Roll, Terpal Plastik, Geomembran, Selang Plastik, Tali Salaran, Plastik Sungkup, Polynet (Safety Net), Kantong Sampah, Geomembran, Plastik LDPE, dll.

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Hama Dan Penyakit Tanaman Cabe Merah


Cabai atau cabai merah atau chili ialah buah dan flora anggota genus Capsicum. Buahnya sanggup digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bagi seni kuliner Di ng, cabai bahkan dianggap sebagai "bahan kuliner pokok" ke sepuluh. Sangat sulit bagi kuliner Di ng dibentuk tanpa cabai

Sebenarnya sudah dilakukan upaya untuk mengendalikan serangan lalat buah ini, di antaranya ialah pembrongsongan yang sanggup mencegah serangan lalat buah. Akan tetapi, metode ini tidak mudah untuk dilakukan di  tumbuhan cabai dalam areal yang luas. Sementara penggunaan insektisida selain mencemari lingkungan juga sangat berbahaya bagi konsumen buah. Maka dari itu, diharapkan metode pengendalian yang ramah terhadap lingkungan dan cocok untuk diaplikasikan di areal luas ibarat di lahan sentral produksi cabai. Upaya pengendalian lalat buah di  tumbuhan cabai, khususnya cabai merah, ialah penggunaan insektisida sintetik alasannya yaitu dianggap praktis, gampang dibisa, dan memperlihatkan efek yang cepat.

Kebanykan petani sayuran memakai pestisida untuk mengendalikan penyakit tanaman. Akan tetapi penggunaan insektisida tersebut sering meninggalkan residu yang berbahaya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Di samping harga insektisida sintetik yang mahal, dampak dari ada residu insektisida sintetik dalam bidang ekonomi ialah penolakan ekspor oleh banyak negara tujuan ekspor atas produk-produk cabai yang mengandung residu fungisida dan pestisida lainnya. Di antara insektisida yang banyak dipakai dalam pengendalian serangan lalat buah di  cabai ialah Diazinon, Dursban, Supracide, Tamaron dengan konsentrasi 3-5%, dan Agrothion.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit yang sering menyerang di  tumbuhan cabai diantaranya kutu kebul, thrips, kutu daun, ulat grayak, ulat buah tomat, lalat buah, antraknose, panyakit layu, virus kuning dll.

Hama

1. Thrips (Thrips parvispinus)
Tanda: Permukaan bawah daun berwarna keperak-perakan lalu daun menjadi keriting dan berkerut. Pengendaliannya dilakukan dengan pemantauan semetode bersiklus di  10 hingga 20 tumbuhan setiap 5 hari sekali. Semprot dengan pestisida ibarat pegasus, mesural atau yang lainnya sesuai tawaran Bila diketahui 5-10 thrips/daun muda.

2. Lalat Buah (Bactrocera dorsalis)
Tanda: Terbisa noda-noda kecil bekas bacokan di  buah cabe. Akibatnya tumbuhan cabai akan rontok.
Pengendaliannya dengan memasang perangkap methil eugenol (ME) sebanyak 50 hingga 100 buah per hektar  di  ketika tumbuhan berbunga. Lalat buah yang tertangkap segera dimusnahkan. Atau pengendalian semetode manual sanggup dilakukan dengan metode memungut dan mengumpulkan buah cabai yang rontok, kemudidan dimusnakan supaya lalat tidak menjadi pupa yang bersemayam di dalam tanah.

3. Kutu Daun
Tanda: daun menjadi kering dan permukaan daun keriting alasannya yaitu hama ini menyerang dengan metode menghisap cairan di  daun. Kita sanggup mengendalikan hama ini dengan memetik daun yang terjangkit dan dimusnahkan atau sanggup juga dengan memakai insektisida yang mengandung fipronil atau diafenthiuron.
Penyakit

4. Virus Kuning
Tanda: dari kejauhan tumbuhan cabai berubah warna dai hijau menjadi kekuningan. tanda awal dimulai dengan pucuk mengkerut cekung berwarna mozik hijau pucat, pertumbuhan terhambat dan daun mengebal disertai dengan tonjolan berwarna hijau tua. Penyakit ini sanggup menyebabkan tumbuhan cabai tidak berbuah sama sekali. Mencegahnya dengan cara mengolah lahan dengan baik serta memperlihatkan pupuk berimbang. Pembibitan dengan metode penyungkupan daerah semai dengan kain kasa atau plastik yang dilubangi.

5. Antraknosa (Colletotrichum sp)
Tanda awal berupa bercak kecil ibarat tersiram air, luka ini berkembang dengan cepat hingga ada yang bergaris tengah. di  fase sampaumur tumbuhan sanggup menjadi mati pucuk, batang kering dan di  buah akan menjadi basi dan terbaka. Melakukan pencegahan dengan menentukan bibit atau benih yang sehat dan bebas patogen. Jika sudah terjangkit sanggup dilakukan dengan metode memusnahkan tumbuhan yang terjangkit dan penyemprotan fungisida.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hama Dan Penyakit Tanaman Cabe Merah"

Posting Komentar