HUBUNGI KAMI

TOKO PLASTIK PERTANIAN
Polybag, Paranet (Shade Net), Mulsa Plastik, Plastik UV Greenhouse, Insect Net, Insect Screen, Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Putih Polos, Karung Transparan, Karung Roll, Terpal Plastik, Geomembran, Selang Plastik, Tali Salaran, Plastik Sungkup, Polynet (Safety Net), Kantong Sampah, Geomembran, Plastik LDPE, dll.

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Panduan Cara Budidaya Tanaman Palawija

Apa Itu Tanaman Palawija?
Menurut Wikipedia, Palawija (Sanskerta: phaladwija) secara harfiah berarti tanaman kedua. Berdasarkan makna dari bahasa Sanskerta, palawija bermakna hasil kedua, dan merupakan tanaman hasil panen kedua di samping padi. Istilah palawija berkembang di antara para petani di Pulau Jawa untuk menyebut jenis tanaman pertanian selain padi. Tanaman pertanian yang bisa disebut sebagai palawija ialah: Jagung, Sorghum, Kacang hijau, Kacang tunggak, Kedelai, Singkong, Kentang
Ubi, Gembili, Wortel, Mentimun, Oyong, Kacang panjang, Talas, Cabe, Tomat, dll.

Banyak jenis dan macam-macam tanaman palawija namun masing-masing memiliki karakter yang berbeda-beda sehingga butuh perlakuan yang berbeda pula seperti beberapa tanaman palawija dibawah ini.

Mentimun
1. Mentimun
Mentimun masuk pada tanaman semusim yang tumbuh menjalar atau merambat dengan sulur_sulurnya yang berbentuk spiral. tumbuhan ini berbatang segi empat dan berbulu halus. daun lebar, hampir menjari dengan kedua sisinya yang bergerigi tajam dan berbulu halus. bunganya bentuk terompet dan berkelopak lima helai, berwarna kuning terang, dan tumbuh antara ketiak daun dan sulur. buahnya berbentuk bulat panjang dan berwarna putih kehijauan dengan sedikit berduri tumpul pada bagian pangkalnya. buah ini banyak mengandung vitamin A, B, dan C.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menanam Mentimun adalah :
• Siapkan sebidang tanah dengan ukuran 100 x 150 cm yang telah digemburkan dan telah diratakan kembali.
• Buatlah lubang-lubang untuk penanaman benih dengan jarak 50 x 100 cm. isilah 1 kg kompos per lubang.
• Tanamlah 2-3 butir benih pada setiap lubang, lalu ditutup dengan sejumput tanah.
• Siramlah kebun kecil anda setiap hari secara teratur. benih mulai tumbuh sekitar 3-5 hari setelah tanam. perhatikan berapa banyak tanaman yang tumbuh dari lubang-lubang bibit itu. dua minggu setelah pertumbuhan benih, tanaman yang sakit harus dibuang. jika ada lubang yang benihnya tidak tumbuh maka segera isilah dengan benih yang baru.

BACA JUGA


• Bila tanaman telah berumur 30 hari, berikan pupuk tambahan berupa ZA, DA, dan ZK dengan perbandingan 1:2:1, sebanyak 20 gr tiap kelompok tanaman. pupuk dibenamkan dalam tanah sekitar tanaman, 15 cm jauh dari kelompok tanaman. pemupukan sebaiknya sambil membumbun tanah di sekitar batang.
• Buat para-para (pergola) sebagai ajir tempat rambatan tumbuhan. pasang tonggak kuat dan tanamkan di setiap sisi tanaman.
• Bila pertumbuhan daunnya terlampau subur, pangkaslah cabang-cabang tumbuhan bunga.
• Tumbuhan mentimun pertamakali dapat dipanen setelah tumbuhan berumur 2-3 bulan. petiklah buahnya ketika masih muda.

Tomat
2. Tomat 
Tomat adalah salah satu jenis tanaman setahun yang berbentuk perdu. Batangnya tak berkayu, berbentuk segi empat, dan berbulu. Daunnya bercelah menyirip dengan sisi yang bergerigi tumpul dan tersusun pada sebuah tangkai. Buahnya tersusun dalam tandan, berdaging empuk, dan banyak mengandung air. Bentuknya beragam, tergantung dari jenisnya. banyak jenis buah tomat yang dijual. Ada tomat apel, tomat sayur, tomat kentang, dan tomat keriting.

Ada beberapa poin ynag perlu diperhatikan untuk membudidayakan tanaman tomat :
• Ambilah biji-biji buah tomat dari buah yang telah cukup tua. biji-biji yang masih basah itu kita tebarkan diatas koran dan jemurlah pada panas matahari sampai kering supaya tak berjamur. penjemuran bisa dilakukan beberapa hari.
• Siapkan lahan persemaian. gunakan kaleng bekas kue biskuit yang terlebih dahulu kita lubangi dasarnya sebagai lubang drainase.
• Isilah kaleng tersebut dengan tanah + kompos, dengan perbandingan 1:1.
• Biji-biji tomat yanmg telah mengering, kita tebarkan diatas permukaan tanah persemaian lalu tutup tipis-tipis dengan tanah. Biji-biji tomat, seminggu setelah ditebar akan tumbuh.
• Setelah bibiot berumur 2 minggu, mulailah kita seleksi. Pindahkan bibit-bibit yang sehat pada kantong-kantong p[lastik yang telah diisi tanah bercampur kompos.
• Letakkan bibit-bibit itu ditempat yang teduh. Siramlah setiap hari secara teratur, selama 3 minggu.
• Setelah bibit berumur 1 bulan (berdaun 4 lembar), barulah kita boleh memindahkan ke kebun atau pada pot tanaman yang bergaris tengah sekitar 30 cm.
• Dua minggu setelah penanaman di pot, berilah pupuk tambahan berupa campuran ZA, DS, dan ZK perbandingan 2:3:1 sebanyak 20 gr. Pupuk dibenamkan di sekeliling tanaman.
• Dua minggu setelah pemupukan, pangkaslah cabang-cabangnya yang tak berguna hingga tersisa sekitar 1-2 cabang utama. Begitu pula tunas-tunas yang tumbuh di ketiak daun juga dibuang.
• Tumbuhan tomat yang subur dan sehat mulai dapat kita petik hasilnya pada umur 3 bulan setelah penanaman. Berilah tonggak-tonggak penopang di sekitar tanaman agar batang terlukai karna banyaknya buah.

Cabe Merah
3. Cabe Merah
Tanaman cabe merah adalah salah satu tanaman palawija yang banyak ditanam oleh para petani di ladang. Tanaman cabe termasuk jenis tanaman setahun yang berbentuk perdu. Tanaman cabe tidak membutuhkan lahan yang luas, juga tidak banyak membutuhkan perawatan. Tanaman cabe juga dapat ditanam di pot asalkan kita mengetahui cara menanamnya.

Berikut cara menanam cabe merah.
• Jemurlah biji cabe selama beberapa hari hingga biji itu kering.
• Biji cabe yang telah kita keringkan itu, kita tebarkan diatas persemaian yang telah kita persiapkan sebelumnya. Tutuplah tebaran biji itu dengan sedikit tanah. Benih cabe merah biasanya akan tumbuh sekitar 4 sampai 7 hari setelah penebaran.
• Sambil menunggu pertumbuhan benih, kita persiapkan media tanah + pupuk kandang atau tanah kompos secukupnya.
• Siapkan pot plastik atau ember-ember bekas yang dasarnya telah diberi banyak lubang untuk drainase. Pot atau ember plastik sebelum diisi media tanah + kompos, sebaiknya diberi pecahan batu merah.
• Pindahkan bibit-bibit cabe dari persemaian ke ember plastik atau pot tanaman, setelah bibit berumur 1 atau 1,5 bulan(tinggi tanaman sekitar 10 sampai 15 cm).
• Letakkan pot-pot tanaman itu pada tempat agak teduh. Siramlah tanaman cabe itu setiap hari secara teratur agar tumbuhsehat dan subur.
• Pada umjur 7-8 minggu, tanaman cabe harus dibumbun, tanaha sekelilingnya harus digemburkan. Beri pupuk tambahan ZA, DS, dan ZK dengan ukuran 2:2:1 sebanyak 10 gr/tanaman. Pupuk dibenamkan di sekitar tanaman, 5 cm jaraknya dari batang.
• Penyiraman terus dilakukan secara teratur agar pupuk mudah larut untuk diserap oleh tanaman sehingga tanaman tidak kekeringan.
• Perlu kita ketahui bahwa tanaman cabe merah sudah dapat dipetik hasilnya setelah tanaman berumur 3 bulan dari penanaman.

Itu tadi pembahasan kita tentang Cara Budidaya Tanaman Palawija, semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Panduan Cara Budidaya Tanaman Palawija"

Posting Komentar